+62 274 631022

Gedung Litbang FK-KMK UGM Lantai 2 Jl. Medika, Senolowo, Mlati, Sleman, Yogyakarta

pusatkpmak@ugm.ac.id

Prof. dr. Ali Ghufron Mukti Berbagi Pengalaman Strategic Purchasing Indonesia dalam Forum Jaminan Kesehatan Nasional India

New Delhi, India – Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., atau yang akrab disapa Prof. Ghufron, pendiri Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (Pusat KPMAK) FKKMK UGM, mendapat undangan untuk berbagi pengalaman Indonesia dalam pengembangan strategic purchasing dalam forum kesehatan nasional India, Aarogya Manthan, pada 25 September 2026 di New Delhi.

Dalam forum tersebut, Prof. Ghufron menjadi salah satu panelis dalam sesi “Strategic Purchasing for PM-JAY: Aligning Quality and Cost-Effectiveness”, yang membahas bagaimana mekanisme pembelian layanan kesehatan dapat diarahkan tidak hanya untuk membiayai pelayanan, tetapi juga mendorong kualitas, efisiensi, pemerataan akses, dan hasil kesehatan yang lebih baik.

Undangan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman Indonesia dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional, khususnya dalam pengelolaan pembelian layanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan.

Membahas strategic purchasing dalam PM-JAY

Sesi panel tersebut mengangkat pertanyaan mengenai bagaimana kekuatan pembelian yang tersebar di berbagai skema dan program pemerintah pusat maupun negara bagian di India dapat dikonsolidasikan untuk membangun strategic purchasing, sekaligus tetap memberikan ruang bagi fleksibilitas di tingkat negara bagian.

Diskusi juga mencakup pengalaman berbagai negara dalam menggunakan mekanisme pembayaran provider untuk mendorong kualitas pelayanan dan efisiensi. Dalam materi sesi, pengalaman Indonesia menjadi salah satu konteks yang dibahas melalui penggunaan kapitasi pada pelayanan kesehatan primer dan INA-CBGs pada pelayanan rumah sakit, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam desain mekanisme pembayaran agar tidak menimbulkan insentif yang tidak diharapkan.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam diskusi antara lain kebutuhan akan data klaim, utilisasi, dan biaya sebagai dasar pengambilan keputusan; tata kelola dan kewenangan kelembagaan; serta kapasitas operasional dalam menjalankan fungsi pembelian layanan kesehatan secara strategis.

Dalam konteks mekanisme pembayaran, materi panel juga mengangkat pentingnya pembaruan tarif dan audit koding pada sistem case-mix/DRG, serta risk adjustment dan keterkaitan dengan kualitas pada sistem kapitasi. Pembahasan tersebut ditempatkan dalam kerangka yang mempertimbangkan cost, quality, dan equity/access, sehingga pengendalian biaya bukan menjadi satu-satunya pertimbangan dalam strategic purchasing.

PM-JAY dan pembelajaran dari Indonesia

Perspektif tersebut dibahas dalam konteks Pradhan Mantri Jan Arogya Yojana (PM-JAY), program health assurance pemerintah India yang memberikan manfaat pelayanan rawat inap sekunder dan tersier hingga ₹5 lakh per keluarga per tahun. Forum Aarogya Manthan menjadi ruang bagi berbagai pemangku kepentingan untuk mendiskusikan pengembangan PM-JAY, termasuk bagaimana mekanisme pembelian layanan dapat diarahkan dari sekadar membeli volume pelayanan menuju purchasing for value.

Kehadiran Prof. Ghufron dalam forum ini tidak terlepas dari pengalaman panjangnya di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2021–2026 dan sebelumnya sebagai Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2011–2014. Di lingkungan FKKMK UGM, Prof. Ghufron merupakan pendiri Pusat KPMAK dan tercatat sebagai dosen pada Minat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK).