Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK) serta Kanal FK-KMK UGM menyelenggarakan Seminar Rabuan bertajuk “Sinergi Manajemen Bisnis Proses dan Teknologi Informasi untuk Tata Kelola Asuransi Kesehatan yang Berkesinambungan” pada Rabu (1/7). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi kesehatan, serta pemangku kepentingan di bidang pembiayaan dan asuransi kesehatan.
Seminar menghadirkan Prof. Dr. Jens Geissler dan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK sebagai narasumber. Jalannya diskusi dipandu oleh Dr. apt. Diah Ayu Puspandari, M.Kes., MBA., AAK dari Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan.
Pada sesi pertama, Prof. Dr. Jens Geissler membahas pentingnya sinergi antara manajemen bisnis proses dan teknologi informasi dalam mendukung tata kelola organisasi yang lebih efektif. Pengelolaan proses bisnis yang terstruktur, didukung pemanfaatan teknologi digital, dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendukung penyediaan layanan yang lebih berkualitas bagi peserta asuransi kesehatan.
Selanjutnya, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK menyampaikan perspektif mengenai tantangan dan peluang penguatan tata kelola asuransi kesehatan di Indonesia. Beliau menekankan pentingnya pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, penyelenggara jaminan kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mewujudkan sistem pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai implementasi transformasi digital, penguatan tata kelola data, interoperabilitas sistem informasi, serta strategi meningkatkan efisiensi layanan tanpa mengurangi mutu pelayanan kepada peserta asuransi kesehatan. Berbagai pandangan yang disampaikan menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya membutuhkan kesiapan teknologi, tetapi juga kesiapan regulasi, tata kelola organisasi, dan sumber daya manusia.
Melalui penyelenggaraan Seminar Rabuan ini, Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM bersama Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan serta Kanal FK-KMK UGM berharap dapat terus menjadi wadah diseminasi ilmu pengetahuan dan pertukaran gagasan dalam pengembangan kebijakan kesehatan. Seminar ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung tata kelola asuransi kesehatan yang efektif, transparan, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.