+62 274 631022

Gedung Litbang FK-KMK UGM Lantai 2 Jl. Medika, Senolowo, Mlati, Sleman, Yogyakarta

pusatkpmak@ugm.ac.id

Pusat KPMAK FKKMK UGM Dorong Reformulasi Pembiayaan Long-Term Care untuk Perlindungan Lansia

Yogyakarta, 12 Februari 2026 – Isu pembiayaan layanan jangka panjang (long-term care/LTC) semakin mengemuka seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (Pusat KPMAK FKKMK UGM) bersama Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM menyelenggarakan Annual Scientific Meeting (ASM) 2026) yang secara khusus membahas reformulasi pembiayaan LTC sebagai bagian dari penguatan perlindungan sosial lansia.

Forum ilmiah ini menjadi ruang dialog strategis antara akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi jaminan sosial untuk merumuskan model pembiayaan long-term care (LTC) yang berkelanjutan, adil, dan terintegrasi dalam sistem jaminan sosial nasional.

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dibuka oleh dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa transisi menuju aging population bukan sekadar isu demografi, tetapi juga tantangan kebijakan yang memerlukan desain pembiayaan yang matang, berkeadilan, dan berkelanjutan.

ASM 2026 menghadirkan narasumber internasional dan nasional, yakni Prof. Dr. Jens Geissler (FOM University, Hamburg, Jerman), Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK (Direktur Utama BPJS Kesehatan), Dr. apt. Diah Ayu Puspandari, M.Kes., MBA (Pusat KPMAK FKKMK UGM), serta Arief Dahyan Supriadi, M.Sc., ASAI (BPJS Ketenagakerjaan). Diskusi dipandu oleh moderator Putri Listiani, MPH., AAK.

Sesi materi diawali oleh Dr. apt. Diah Ayu Puspandari, M.Kes., MBA yang memaparkan kerangka desain manfaat dan tata kelola LTC dengan mengambil pembelajaran dari Jepang. Ia menyoroti pentingnya kejelasan peran pemerintah pusat dan daerah, mekanisme pendanaan yang stabil, serta integrasi layanan kesehatan dan sosial dalam skema LTC.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Jens Geissler yang mengulas pengalaman Jerman dalam mengembangkan asuransi LTC sebagai bagian dari sistem jaminan sosial. Skema iuran khusus, pembagian tanggung jawab antara negara, asuransi, dan keluarga, serta penguatan layanan berbasis komunitas menjadi poin kunci yang dinilai relevan sebagai referensi kebijakan di Indonesia.

Dari perspektif aktuaria, Arief Dahyan Supriadi, M.Sc., ASAI menjelaskan bahwa perancangan iuran LTC memerlukan proyeksi jangka panjang yang mempertimbangkan dinamika demografi, ketenagakerjaan, serta kemampuan bayar peserta. Pendekatan ini penting untuk memastikan keberlanjutan fiskal program.

Sebagai penutup, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK menyoroti peluang integrasi LTC dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia menekankan perlunya penguatan layanan berbasis komunitas, kesinambungan pembiayaan, serta koordinasi lintas program jaminan sosial agar kebutuhan lansia dapat terpenuhi secara komprehensif.

Diskusi yang melibatkan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa reformulasi pembiayaan LTC membutuhkan pendekatan lintas sektor dan berbasis bukti. Melalui forum ASM 2026, Pusat KPMAK FKKMK UGM kembali meneguhkan perannya sebagai pusat kajian kebijakan yang berkontribusi dalam perumusan sistem perlindungan sosial yang inklusif bagi lansia di Indonesia.

📂 Materi narasumber:
https://drive.google.com/drive/folders/1fLC2hN4U3iSyfnmZFT8_QaW2yktPr_Wr?usp=sharing

📺 Rekaman kegiatan:
https://youtu.be/r2DOVHfGwkk

#KPMAKUGM #FKKMKUGM #UGM #ASM2026 #LongTermCare #JaminanSosial #Lansia #KebijakanKesehatan #JKN #AgingPopulation #HealthPolicy #SDGs