+62 274 631022

Gedung Litbang FK-KMK UGM Lantai 2 Jl. Medika, Senolowo, Mlati, Sleman, Yogyakarta

pusatkpmak@ugm.ac.id

Pusat KPMAK UGM Perkuat Partisipasi HTA di Kawasan Asia melalui Konferensi  HTAsiaLink yang ke 13, September 2026 di Taipei

Taipei, 1-4 September 2026

Taipei, Taiwan – Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (Pusat KPMAK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM memperkuat kiprahnya dalam jejaring Health Technology Assessment (HTA) internasional melalui partisipasi dalam 13th HTAsiaLink Annual Conference 2026. Konferensi yang berlangsung pada 1–4 September 2026 di Taipei, Taiwan, ini menjadi forum penting bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk bertukar pengetahuan serta mendorong pemanfaatan bukti ilmiah dalam pengambilan kebijakan kesehatan di Asia.

Mengusung tema “A Step Forward: Powering Policy Impact with Health Technology Assessment in Asia”, HTAsiaLink 2026 menyoroti peran HTA dalam menjembatani bukti ilmiah dengan kebijakan kesehatan. Konferensi menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pre-conference workshops, sesi pleno, sharing sessions, hingga presentasi oral dan poster. Sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, termasuk economic evaluation, real-world evidence, evidence synthesis, digital health, artificial intelligence, equity, serta keterlibatan pasien dalam proses HTA.

Sebagai Organizational Member HTAsiaLink, Pusat KPMAK UGM bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan agen HTA lain berpartisipasi aktif dalam konferensi tahunan ini. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pusat KPMAK untuk memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas kontribusi dalam pengembangan dan penerapan HTA di Indonesia dan kawasan Asia.

Dalam HTAsiaLink 2026, Pusat KPMAK mengirimkan dua staf sebagai oral presenter pada dua kategori berbeda. Lambang Wahyu Nugroho mempresentasikan penelitian pada kategori Economic Evaluation yang berfokus pada kajian cost-effectiveness analysis. Sementara itu, staf lainnya, Putri Listiani, mempresentasikan hasil penelitian pada kategori Others melalui kajian berjudul “Clinical Comparison of Paclitaxel-coated Balloon and Limus-based Eluting Stent on Patient with In-Stent Restenosis Post P


ercutaneous Coronary Intervention: A Systematic Review and Meta-analysis.”
Presentasi tersebut menjadi bagian dari sesi oral kategori Others yang dilaksanakan pada 3 September 2026. Kedua study HTA tersebut merupakan bagian kerjasama antara Pusat KPMAK dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Partisipasi dua staf sebagai presenter tidak hanya menjadi sarana untuk mendiseminasikan hasil penelitian Pusat KPMAK kepada komunitas HTA internasional, tetapi juga membuka ruang diskusi dan pertukaran pengalaman dengan peneliti serta institusi HTA dari berbagai negara. Melalui keterlibatan aktif dalam HTAsiaLink 2026, Pusat KPMAK UGM diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi regional dan internasional serta menghasilkan bukti berkualitas yang mendukung pengambilan kebijakan kesehatan yang lebih evidence-informed, efektif, dan berkelanjutan.